Jumat, 06 Juli 2012

KEBUN RAYA BOGOR

Sabtu, 7 Juli 2012 gw mengisi waktu dengan kegiatan yang bebas. Selain karena untuk beberapa hari ke depan lagi libur, juga karena diwaktu liburan itu gw harus nemenin istri yang lagi ikut pelatihan di daerah Bogor, lebih tepatnya di Caringin.

Beberapa hari yang lalu gw sudah jalan ke taman rakyat terdekat, Lido. Gambarannya bisa dilihat di tulisan gw sebelum ini. Nah sekarang gw mau berbagi cerita tentang taman rakyat yang lain yang umurnya sudah tua banget, Kebun Raya Bogor.
Gw ngga inget pasti kapan tepatnya kebun raya ini dibuat, yang pasti sudah dari tahun 1800an. Direktur yang pertama ternyata bukan orang Belanda tapi seorang Jerman.

Sudah berapa kali gw maen ke kebun raya ini, karena letaknya yang mudah dicapai. Waktu tinggal di Depok gw tinggal naek kereta ongkosnya Rp 1.500,- sampai Bogor trus jalan deh. sekarang juga begitu, dari Caringin naik angkot 2 kali ongkosnya cuma Rp 6.000,-. 

Tiket masuk sekarang Rp 9.500,-. Kalau cuma menikmati rindangnya pohon dan tanah lapang sudah sering, hari ini tujuan gw rumah anggrek. Lokasinya agak dipinggir jadi jarang pengunjung yang tahu. Koleksi dan susunan tamannya nyaman banget untuk dinikmati.

Di sini kita bisa banyak dapat ilmu, apalagi yang hobi sama tanaman khususnya anggrek. Ruangan yang nyaman ditambah kebersihan yang terjaga bikin betah menikmati taman. Kalau ada kekurangan menurut gw cuma satu, tidak ada tempat duduk untuk kita berhenti sejenak untuk menikmati taman yang ada.



Bagi pengelola taman, gw angkat jempol deh untuk perawatannya. karena dari taman-taman yang pernah gw kunjungi taman anggrek di kebun raya Bogor ini yang paling terawat. Untuk setting hutan tropis, mereka membuat semprotan air seperti hujan yang keberadaannya tidak mengganggu, malah membuat suasana semakin nyaman kalau tidak mau dibilang romantis. Hehe kebawa suasana ni, ada yang lagi pacaran saolnya. Koleksi anggrek di sini juga ada yang diperjualbelikan, jadi bagi yang suka memelihara anggrek silahkan hunting di sini.

Apalagi ya yang bisa gw bagi? Hari smakin siang, suasana tenang sudah mulai hilang. Banyak kegiatan yang dilakukan yang menurut gw merusak suasana taman yang harusnya tenang. Memang sih mereka boleh berkegiatan kaya family gathering atau apalah, tapi kenapa ya harus pasang musik yang suaranya kenceng-kenceng? Bisa ngga ya pihak Kebun Raya membatasi kekuatan suara yang boleh mereka keluarkan. Setahu gw ada tuh alat pengukur kekuatan suara. Biar semua pengunjung bisa menikmati taman yang tenang.

Oke deh kayanya itu saja yang bisa gw bagikan untuk temen-temen. Semoga bermanfaat. God Bless You All...

Rabu, 04 Juli 2012

Danau Lido Bogor

Untuk beberapa hari ke depan gw harus nemenin istri yang lagi pelatihan di Bogor. Dari pada bengong di kamar hotel gw coba cari info tentang tempat wisata terdekat, dapetlah Danau Lido, jaraknya sekitar 3 km dari tempat nginep, hotel kinasih.

Sudah lama dengar tempat wisata ini tapi belum pernah mampir, akhirnya gw coba kunjungi. Naik angkot cuma Rp 2.000,- sudah sampai lokasi. Kesan pertama, seperti tempat wisata alam di Jawa Barat pada umumnya tidak terawat. Loket karcis hanya 1 pos kecil dengan 1 orang penjaga dilengkapi fotocopy harga tiket. Oh iya, harga tiket untuk 1 orang itu sebesar Rp 5.000,-. Masuk lokasi yang terlihat langsung bangunan restoran. Karena niatnya bukan untuk cari makan jadi lanjut terus. Jalan berupa batu kali direkat dengan semen lebar 1 - 1,5 m. Repot juga kalo lagi ramai orang.


Cuma jalan 10m kita sudah bisa menikmati pemandangan danau dengan rakit-rakit dan bebek-bebek sewaan di pinggirnya. Di tengah danau ada pulau besar isinya resort mewah. Ngga lupa juga pemandangan berupa sampah makanan ringan berserakan sepanjang jalan, belum lagi sampah dedaunan kering yang sepertinya tidak pernah dipikirkan bagaimana untuk membersihkannya. Sayang rasanya wisata alam tapi tidak diikuti dengan kebersihan alam.

Selesai tengok kanan-kiri, waktunya mencoba aktivitas lain. Ada sarana menyewa bebek-bebekan, yang ini biasanya yang naik mereka yang pacaran karena cuma berdua dan terjangkau Rp 25.000,-. Kalau yang rombongan atau keluarga bisa menyewa rakit untuk keliling danau, lihat pemandangan dari sisi yang berbeda dengan ongkos Rp 75.000,-. Bagi yang suka berenang, ada juga sarananya berupa kolam renang, jadi bukan berenang di danau, hehehe. Bagi yang sekedar ingin lihat-lihat pemandangan, duduk-duduk di bangku yang disediakan rasanya cukup, tapi bagi yang ingin beraktifitas labih, rasanya taman wisata ini tidak bisa memuaskan anda. Mungkin kalau ada hiburan lain seperti sarana paint ball, outbond, jetski, dll yang lebih menantang pasti lebih seru.
Untungnya cuaca hari ini cukup nyaman tidak terik tapi tidak juga mendung. Mudah-mudahan tidak hujan karena kemarin sore di Bogor hujan. 

Demikian cerita yang bisa gw bagi, mudah-mudahan bisa jadi referensi bagi yang mau wisata ke Lido. Tidak ada maksud menjelekkan tempat wisata ini, gw cuma menyampaikan yang gw liat.

Jumat, 25 Februari 2011

UN 2011

Huff...Ujian Nasional (UN) 2011 sebentar lagi. Persiapan sudah dilakukan. Tapi masih ada yang mengganjal, Diknas belum juga menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis). Untuk kita-kita tenaga kependidikan jadi serbasalah. Gimana mo kerja kalau peraturannya aja belum jelas.

Yang pasti cara menentukan kelulusan sekarang sudah berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Dulu orang-orang bilang, "UN ga adil karena hanya melihat hasil ujian yang cuma berapa hari untuk menentukan anak LULUS atau TIDAK LULUS." Sekarang mungkin Pemerintah menyiasati keluhan itu dengan merubah cara menentukan kelulusan dengan rumus, (Nilai Sekolah x 40%) + (nilai UN x 60%) jadilah Nilai Akhir (NA) yang nantinya akan menentukan siswa LULUS atau TIDAK LULUS. 

Untuk sekolah Negri mungkin itu tidak jadi masalah, hehe karena rata-rata nilai mereka "dibuat" bagus di rapot. Nah untuk kita yang di swasta, nilai rapor adalah nilai sebenarnya. Untuk bisa memenuhi kriteria Kelulusan jadi terasa lebih berat. Memang RUMUS baru terlihat lebih adil untuk kriteria kelulusan, tapi perubahan peraturan yang mendadak membuat pihak sekolah harus extra kerja.

Semoga dunia pendidikan Indonesia semakin baik hari demi hari.

Selasa, 17 Agustus 2010

Pelajaran Hidup

Pernah aku baca tulisan yang kira-kira isinya seperti ini :

Coba sebutkan :
  1. 5 orang pemenang penghargaan Oscar.
  2. 5 orang pemenang Nobel Perdamaian.
  3. 5 orang pemenang piala Citra
Saya merasa kesulitan menjawabnya. Tapi ternyata katanya penullisnya lagi di situ, "Tidak perlu di jawab pertanyaan di atas!"
Tepuk tangan dan segala pesta telah berlalu, tetapi belum tentu banyak orang mengingat mereka kembali.

Lalu ada pertanyaan lain :

Coba sebutkan :
  1. 5 guru yang menurut anda membuat anda berhasil & sukses.
  2. 5 orang teman yang selalu hadir bagi anda di saat anda mengalami kesulitan.
  3. 5 orang yang membuat anda merasa bahagia.
Untuk menjawab 3 pertanyaan terakhir terasa jauh lebih mudah dari menjawab 3 pertanyaan tentang pemenang-pemenang tadi.

Ternyata sang penulis ingin mengajak kita untuk merenung.
Bahwa ternyata orang yang mampu melakukan perubahan dalam diri kita bukanlah mereka yang memenangi penghargaan, tetapi adalah mereka yang ada di sekitar kita yang peduli dengan kita dan melakukan itu semua dengan tulus.

Jadi, hargailah waktu2 disaat kita berada bersama orang-orang tersebut. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi bila mereka sudah tidak bersama kita lagi.

Thanks Mom&Dad...